Monitoring dan Evaluasi Terpada Pembangunan Kelautan dan Perikanan Bali Tahun 2017

Senin, 16 Oktober 2017

Foto: Ir. Made Dwi Wirya Astawa, M.Agb (kanan) Sekretaris, mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali membuka Acara Monitoring dan evaulasi terpadu pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi Bali Tahun 2017 didampingi Ni Nyoman Ayu Yuniati, S.Pi, M.Si (kiri) Kepala Subag Program, Keuangan dan Pelaporan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali di Hotel Inna Grand Bali Beach Jalan Hang Tuah Sanur Denpasar Bali, Hari Kamis- Jumat (12-13/10).

Monitoring dan Evaluasi Terpada Pembangunan Kelautan dan Perikanan Bali Tahun 2017

Pertemuan Monitoring dan evaulasi terpadu pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi Bali Tahun 2017 dilaksanakan pada hari Kamis – Jumat Tanggal 12 sd 13 Oktober 2017, ini di Hadiri oleh Kepala Dinas yang membidangi Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota se- Bali, Kepala UPT KKP Pusat di Lungkup Provinsi Bali; dan PPK Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali dengan jumlah peserta sebanyak 40 Orang dan mendatangkan Nara sumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Ir. Made Dwi Wirya Astawa, M.Agb Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, membacakan sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Kegiatan ini merupakan kegiatan terpadu tahunan kementerian dalam upaya mengawal penyelenggaraan program/kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan untuk lebih berhasil secara optimal, efisien dan efektif.

Kegiatan monev terpadu bertujuan untuk:

1.    Melakukan monitoring, supervise dan pengendalian terhadap pelaksanaan program/kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan tahun anggaran 2017.

2.    Mengevaluasi hasil pelaksanaan program/kegiatan tahun sebelumnya khususnya berkaitan dengan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan.

3.    Mengidentifikasi dan menginventarisasi permasalahan yang timbul serta memberikan solusi upaya pemecahanya.

4.    Memberikan masukan dan saran/rekomendasi terutama yang berkaitan dengan kebijakan perencanaan program yang akan datang.

Dalam upaya meningkatkan kontribusi sector kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat maka dilakukan terobosan program industrialisasi untuk para pelaku usaha perikanan mulai dari nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan diharapkan dapat meningkatkan produktifitas, nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun system produksi yang modern dan terintegrasi dari hulu samapai hilir. Dengan demikian industrialisasi perikanan dihapkan mempu mengokohkan struktur usaha perikanan nasional, yang membawa multiplier effect sevagai prime mover perekonomian nasional.

Harapnya kegiatan monitoring dan evaluasi terpadu ini dapat berjalan dengan lebih efektip dan lebih interatif melalui diskusi yang lebih dalam dan tajam, momentum pertemuan seperti ini semoga dapat dimanfaatkan oleh sekalian dari satker daerah untuk menanyakan, mengklarifikasi serta menggali informasi dan mencari solusi permasalahan. demikian sambutanya.

Sebelum pembukaan Pada Hari Kamis tanggal 12 Oktober 2017 pukul 08.00 WITA kegiatan ini diawali dengan kunjungan/fieldtrip ke Kabupaten Tabanan yaitu ke “Kelompok Pembudidaya Perikanan Lele Mandiri Banyu Pinaruh” salah satu kolam percontohan pengembangan Teknologi Anjuran (Sistem Biofloc) Ikan Lele Untuk Produktifitas Budidaya yang belokasi di Banjar Kelembang Desa Rejasa Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Rombongan Monitoring dan evaulasi terpadu pembangunan kelautan dan perikanan Provinsi Bali Tahun 2017 diterima oleh  Made Subagia Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan dan Darma Putra Ketua Pokdakan Banyu Pinaruh, dan setelah rombongan mendengarkan penjelasan baik dari kepala Dinas Perikanan dan ketua kelompok dan diskusi dan tanya jawab rombingan kembali ke Hotel Inna Bali Beach Hotel Sanur Denpasar melanjutkan kegiatan, demikian.(putu.S)

Denpasar, 16 Oktober 2017

Pranata Humas Penyelia Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali

Informasi