FOCUS GROUP DISCUSION (FGD) PENYUSUNAN PROFIL WISATA BAHARI

Kamis, 17 September 2015

Bidang Pengawasan Kelautan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) Seksi Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Balimelaksanakan FOCUS GROUP DISCUSION (FGD) PENYUSUNAN PROFIL WISATA BAHARI, di Wawa Wewe Bar & Restaurant  Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Selasa, Tanggal 15 September 2015, Pukul 08.00 WITA, dengan jumlah peserta 25 orang dari Dinas Instansi/Lembaga Di wilayah Kab. Karangasem yang membidangi pariwisata bahari,  Pengusaha, Tokoh Masyarakat Desa Purwakerti Kec. Abang Kab. Karangsem. Dengan Narasumber dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karangasem, Konsorsium Mitra Bahari;

Acara dibuka oleh Ir. I Made Sudarsana,M.Si Kepala Bidang PKPM Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali sekaligus membaca sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengatakan;

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih 17.000 pulau dan memiliki panjang garis pantai 81.000 km yang merupakan terpanjang kedua di dunia. Wilayah pesisir sebagai daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut, sangat rentan terhadap kerusakan dan perubahan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas manusia di darat maupun di laut. Wilayah pesisir sebagai salah satu kekayaan dari sumber daya alam yang sangat penting bagi rakyat dan pembangunan nasional tersebut haruslah dikelola secara terpadu dan berkelanjutan serta optimal. Salah satu aktifitas di wilayah pesisir yang menjadi andalan Bali adalah wisata bahari, dimana Bali berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata bahari dan ekowisata kelas dunia.

Sesuai dengan visi pembangunan kelautan dan perikanan Provinsi Bali, yaitu “Terwujudnya Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera melalui Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Bertanggung Jawab”, maka selain keindahan terumbu karang dan ekosistem pantai yang sudah sangat terkenal maka kearifan lokal yang dimiliki masyarakat adat di Bali harus dapat mendorong pengembangan wisata bahari sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Provinsi Bali.

Masyarakat perikanan khususnya di wilayah pesisir pada kenyataannya sering diidentikan sebagai masyarakat miskin diantara kelompok masyarakat lainnya. Hal ini terjadi karena komunitas masyarakat perikananterutama yang tinggal di wilayahpesisir masih dianggap sebagai komunitas marginal yang tidak mendapat perhatian sepenuhnya. Dulu, wilayah Amed – Jemeluk merupakan daerah yang hanya mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan. Namun dalam perkembangannya Amed - Jemeluk berkembang sebagai salah satu obyek wisata bahari dan merupakan primadona bagi wisatawan mancanegara dan nusantara. Terletak di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem dimana obyek wisata ini termasuk dalam pengembangan kawasan pariwisata Tulamben.

Daya tarik utama obyek wisata ini adalah panorama alam bawah laut yang menyimpan potensi keindahan terumbu karang dengan beraneka ragam jenis ikan hias. Keberadaan terumbu karang yang masih asli tetap diupayakan pelestariannya dengan kehidupan nelayan dan aktifitas pembuatan garam tradisional oleh masyarakat setempat juga menjadi daya tarik tersendiri. Panorama bagian timur Pulau Bali yang melalui jalur lintas timur dengan melewati bibir tebing yang memiliki pemandangan eksotis di sepanjang perjalanan. Pemandangan laut lepas dengan jejeran puluhan perahu atau jukung nelayan menjadi daya tarik yang tidak akan terlupakan dengan paduan panorama perbukitan. Di tempat ini banyak dibangun villa dan akomodasi hotel serta penginapan lainnya yang menawarkan fasilitas beragam.

Melalui kegiatan FGD Penyusunan Profil Wisata Bahari kita berusaha mendorong pengembangan wisata bahari dengan melakukan berbagai upaya strategis diantaranya melalui kebijakan di sektor kelautan dan perikanan.

Tujuan pertemuan FGD ini  adalah untuk (a) penyusunan Profil Wisata Bahari; (b)  mengembangkan dan meningkatkan upaya pemanfaatan lingkungan pesisir sebagai obyek wisata bahari.

Sasaran yang diharapkan melalui FGD ini adalah satu (1) komunitas wilayah pesisir Amed – Jemeluk, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Harapanya melalui pertemuan  FGD Penyusunan Profil Wisata Bahari  akan mendapatkan masukan, saran, menyerap berbagai data, informasi dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pesisir di Amed – Jemeluk dalam pengembangan wisata bahari pada sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir Provinsi Bali. Demikan sambutanya.(putu,S)

 

Denpasar, 16  September2015

Informasi